Selasa, 29 Oktober 2013

Pentingnya Keyakinan dan Semangat dalam Berjuang; Lesson From Perang Badar



         Perang Badar merupakan salah satu perang besar yang dialami umat islam sepanjang sejarah. Perang ini sangat begitu berkesan bagi umat islam karena merupakan perang besar pasca hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah. 
          Perang Badar terjadi pada 2H/Maret 624 M, perang ini terjadi ketika kaum muslimin mengetahui bahwa sebuah kafilah quraisy sedang dalam perjalan pulang ke Mekkah dari Syam yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb. Mengetahui bahwa pasukan kaum muslimin akan segera menyerang mereka, maka kafilah quraisy ini meminta bantuan ke Mekkah. Mereka pun memutar arah perjalanan menyusurui laut merah. Mereka pun akhirnya dapat lolos dari ancaman kaum muslimin. Namun seribuan pasukan yang sudah terlanjur berangkat dari Mekkah pun tak rela untuk kembali. Mereka terus maju dan ingin memerangi kaum muslimin dan memberi pelajaran kepada mereka untuk tidak megganggu kafillah quraisy.
            Perperangan pun tak tereleakkan lagi. Perang pecah di Badar, kaum muslimin saat itu jumlahnya hanya sekitar 300-an orang sementar kaum quraisy Mekkah seribuan orang. Namun dengan keyakinan dan semangat yang membara dan percaya akan janji Allah swt membuat mereka tak gentar sama sekali. Janji Allah akan surga bagi yang mati syahid dan akan memulaiakan umat islam dan memberikan pertolongan kepada mereka membuat kaum muslimin sangat yakin dan semangat dalam berperang.
            Benar saja, setelah perang berakhir, kemenagan ada di pihak kaum muslimin yang berhasil membunuh 70 kaum quraisy dan menawan 70 lainnya. Namun di pihak kaum muslimin 14 orang meninggal sebagai syahid. Perang ini menjadi begitu penting sehingga disebut sebagai Yaum Al Furqon yakni hari yang memisahkan anatara kebenaran dan kebatilan. Bahkan setelah selesainya perang ini, banyak dari kaum dan pemuka quraisy yang masuk islam sehingga kejayaan dan syiar islam semakin bersinar.
            Belajar dari perang ini, penting bagi kita untuk senantiasa penuh keyakin dan bersemangat dalam berjuang karena hal ini merupakan suatu pondasi dasar selain keimanan dan keikhlasan dalam berjuang. Percayalah pulahlah pada janji dan kemenagan yang akan Allah berikan kepada kaum muslimin. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar