Selasa, 29 Oktober 2013

Belajarlah dari Malaysia (Sebuah Pelajaran dari Kegagalan di Piala AFF 2010)


Enam  kemenangan yang diraih dan hanya menderita satu kali kekalahan ternyata tak cukup untuk membuat Timnas Indonesia untuk menjadi Juara Piala AFF. Bila dibandingkan dengan Tim Harimau Malaya sebenarnya timnas masih unggul. Mereka hanya mengoleksi 3 kemenangan, 2 kali seri dan menderita 2 kali kekalahan yang mereka dapat dari Timnas Indonesia. Bahkan Tim Malaysia lolos berkat Timnas Indonesia. Ketika pertandingan terakhir babak penyisihan grup, Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Thailand sehingga kemenagan yang diraih Malaysia atas Laos tak menjadi sia-sia.

Inilah sepakbola. Begitu indah dan penuh dengan misteri. Hasilnya sangat sulit untuk diprediksi. Penampilan yang cemerlang di babak penyisihan hingga semifinal bukanlah menjadi jaminan untuk juara. Kekalahan telak yang diderita diawal turnamen dan hasil yang tidak memuaskan yang diraih di babak penyisihan bukanlah menjadi tolak ukur bahwa tim tersebut tak akan juara.
Malaysia telah membuktikan hal tersebut. Permainan mereka terus meningkat sejak dikalahkan oleh Timnas Indonesia di babak penyisihan. Mereka terus melakukan pembenahan dan perbaikan di segala lini sehingga permainan mereka menjadi lebih baik.

Mereka juga bermain dengan efektif, sabar, dan sangat disiplin. Mereka tak akan lelah untuk mencari celah sekecil apapun yang dibuat tim lawan. Hal ini terbukti ketika mereka bertanding melawan Vietnam dan Timnas Indonesia. Gempuran yang mereka berikan kepada tim lawan ketika bermain di Bukit Jalil tak bisa dibendung. Bahkan tim lawan menjadi kehilangan fokus dan membuat kesalahan. Penjaga gawang Vietnam tak mampu menangkap bola sundulan Safee dengan sempurna sehingga berbuah gol. Maman Abdurrahman menjadi lengah dan tak kuasa berduel dengan Noorsahrul sehingga sang pemain dapat dengan mudah memberikan umpan kepada safee yang berdiri bebas dan mengkonversikan peluang tersebut menjadi gol. Inilah pangkal gol-gol selanjutnya yang dibuat oleh Malaysia.

Malaysia juga tak cepat puas dan selalu waspada terhadap hasil yang mereka peroleh. Mereka tetap fokus dan disiplin ketika melawat ke Hanoi sehingga hasil imbang yang diperoleh menghantarkan mereka ke final. Selain itu, kedisiplinan, kewaspadaan dan terus mencari lelah mereka praktekkan ketika leg kedua final Piala AFF. Mereka mampu mencuri gol dan unggul terlebih dahulu yang bermula dari kelengahan pemain Timnas Indonesia.

Jika dilihat komposisi pemain Tim Malaysia maka mereka rata-rata berada di usia muda.  Kebanyakan dari mereka adalah pemain Sea Games 2009 di Laos. Mereka berhasil menjadi Juara ketika itu dan akhirnya naik tingkat ke tim senior. Bahkan beberapa diantara mereka ketika masih muda dulu adalah pemain U-16dan U-20 Malaysia. Hal ini membuktikan kesuksesan pembinaan pemain usia muda mereka. Kesolidan tim menjadi lebih erat dan kuat karena mereka telah lama berada dalam satu tim ketika berusia muda.

Semoga Timnas Indonesia bisa banyak belajar atas kegagalan menjadi Juara Piala AFF 2010 sehingga trophy yang telah lama dinantikan rakyat Indonesia  bisa didapatkan. Semoga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar