Selasa, 19 Maret 2013

Jangan Menyepelekan Cedera

Jangan pernah menyepelekan cedera/penyakit, bisa saja ia berkembang dan membahayakan Anda

Jadi ceritanya begini, pada hari Senin 17 Maret 2013 sekitar jam 11.00 WIB saya sedang mengerjakan laporan PKL dengan sangat serius, penuh penghayatan, dengan konsentrasi yang tinggi serta dedikasi yang maksimal di Tangkaran (sekret Himakova). Walaupun di saat yang bersamaan televisi sedang menyala, namun hal tersebut tidak mengganggu saya dalam mengerjakan tugas.

Namun, pada suatu moment, perhatian saya menjadi terbelah menyaksikan suatu tayangan televisi, bukan siaran gosip ya, tetapi siaran berita di salah satu stasiun televisi swasta.

Pada  berita tersebut disampaikan bahwa cedera yang awalnya sepele, bisa sangat berbahaya jika salah penanganan dan dibiarkan.

Sebut saja namanya Mawar, wanita yang masih duduk di bangku SMA ini awalnya merasakan nyeri pada kakinya, namun karena (cenderung) dibiarkan dan juga tidak ada uang untuk berobat, keadaan Mawar semakin memburuk, hingga akhirnya ia tak mampu berjalan, bahkan berat badanya menurun drastis.

Kalau yang satu ini lain lagi ceritanya. Sebut saja namanya Reza. Reza yang masih bocah ini mengalami hal yang sangat menyedihkan. Suatu ketika, ia sedang bermain sepakbola dengan teman-temannya dan terjatuh yang menyebabkan lututnya mengalami pergeseran (mungkin ada urat yang bergeser). Kondisi ini menyebabkan ia kesulitan berjalan. Hingga pada suatu yang sangat krusial, orangtuanya membawanya ke tukang urut. Disinilah awal mula bencana dimulai, tukang urut ternyata salah urut, hal ini menyebabkan penyakitnya bertambah parah karena berkat "tangan dingin" tukang urut tersebut, organ di lututnya menjadi rusak sehingga menyebabkan tumor tulang. Tumor inilah yang menyebabkan lututnya membengkak dan menyebabkan Reza tak bisa berjalan. Ah, rasanya saya mau menangis jika melihat keadaan bocah ini.

Kejadian yang hampir serupa namun tak sama saya alami beberapa hari sebelum saya melihat berita ini. Saya menjadi teringat tentang cedera yang baru saja saya alami. Ketika sedang berjalan ke arah motor saya yang terpakir, saya tak melihat lantai yang tidak rata, alhasil kaki kanan saya "terpelekok" (nama lainnya keseleo). Namun karena terpelekoknya sangat keras, saya sampai terpincang, sakitnya begitu luar biasa, setelah kejadian itu, saya langsung beristirahat di kamar, mengurut-urut sendiri kaki saya.

Keesokan harinya barulah problem lain timbul, saya merasakan paha hingga lutut saya begitu sakit dan membuat saya kesulitan berjalan, ditekan saja sudah terasa sakit, padahal kemarin yang bermasalah adalah engkel, kenapa sekarang yang sakit malah bagian paha hingga lutut? Ada yang tak beres, saya akhirnya memutuskan untuk memeriksanya ke dokter langganan saya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata asal mula cedera saya adalah dari kaki yang terpelekok tersebut (bagian engkel). Karena terpelekoknya sangat keras, menyebabkan gangguan aliran getah bening dari kaki bagian bawah ke paha terganggu. Hal ini menyebabkan kelenjar getah bening yang berpusat di paha bagian atas menjadi membengakak sehingga membuat paha hingga lutut saya menjadi sakit.

Kata dokter, saya diharuskan untuk istirahat selama 3 hari dan dilarang untuk melakukan aktivitas yang berat agar kaki dapat segera pulih. Kemudian dokter memberikan saya berbagai obat (dalam bentuk kapsul) untuk diminum.

Keesokan harinya, setelah meminum obat tersebut, saya merasakan kondisi kaki saya semakin membaik, berjalan sudah mulai enak, sholat pun demikian, rasa sakitnya perlahan mulai hilang, hingga akhirnya kondisi saya semakin baik dari hari ke hari.

Saya sangat bersyukur, mungkin adalah sebuah keputusan yang sangat tepat saat itu, ketika saya memutuskan untuk berobat ke dokter dengan segera. Alhamdulillah..

Hari-hari kedepan, saya mulai untuk berolahraga ringan, dimulai dengan lari-lari kecil dan mencoba untuk menendang bola agar kondisi kaki mulai "terbiasa" dan kuat kembali.

Mungkin kalimat yang bercetak tebal dari tulisan ini adalah hikmah yang bisa kita ambil.

Terakhir pesan saya,
Dokter mengobati, Allah menyembuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar