Sabtu, 16 Maret 2013

Beberapa Skema Kehutanan Untuk Mendorong Sektor Pertanian


1.Selama ini sektor kehutanan dikenal sebagai pihak yg paling menguasai lahan.
2.Brdasarkan paduserasi TGHK & RTRWP luas kawasan hutan 120,35 juta ha (kemenhut 2009)
3.Brdasarkn Penunjukan & TGHK luas kawasan hutan  133,89 juta ha.
4.Terkadang dr sektor lain menuntut pihak sektor kehutanan utk melakukan pelepasan kawasan hutan..
5...yg akan digunakan utk peruntukan lain misalnya pertanian atau perkebunan
6. selama ini ada anggapan bahwa sektor kehutanan menghambat perkembangan sektor lain terutama sektor pertanian
7 Padahal sebenarnya tidak demikian, keduanya dapat berjalan sinergis, asalkan melakukan koordinasi sesuai prosedur dan aturan yg berlaku
8. Perlu untuk dipahami bahwa terdapat beberapa skema dr sektor kehutanan yg dpt dilakukan utk mendorong sektor pertanian
9.Secara teoritis ada 3 hal yg dpt dilakukan tersebut, yaitu 1) melalui skema pemanfaatan hutan
10. skema ini mengacu pd UU No 41 Tahun 1999 dan PP Nmr 6 Thn 2007
11.skema yg dpt dilakukan dgn HTI atau HTR dgn lbh dr satu sistem silvikultur dgn tanaman brbagai jenis..
12... misalnya karet, sawit, kakao kopi atau tanaman agroforestry lainnya
13.ketentuannya 70% dr komposisi tanaman adlh 30% tnmn budidaya & sisannya tanman hutan brkayu
14.sisa 30% lain utk tanaman asli setempat, kawasan lindung srta sarana & prasarana
 15.kelemahan skema ini adalah hnya dpt dilakukan pd hutan produksi yg tdk produktif
16.keuntungannya tdk prlu mnyediakan areal pengganti, mengeluarkan biaya kompensasi lahan, dll
17. 2) skema selanjutnya adlh penggunaan kwsan hutan
18.penggunaan kwsn htn adlh pmanfaatn utk kpntingan penggunaan di luar kehutanan tnpa mengubah peruntukan & fgs htn
19.Ini bisa dikatakan skema pinjam pakai kawasan hutan.
20 keuntungannya dpt menanam tnpa batasan komposisi jenis
21.kelemahannya adlh harus mnyediakan areal pengganti atau biaya kompensasi pinjam pakai kwsan htn
22.kmdian hrs merehabilitasi arel htn yg dipakai stlh habis masa waktu pinjam pakai
23.skema selanjutnya adlh skema perubahan peruntukan & fgs kwsan htn yg trdiri dr tukar menukar dan pelepasan kwsn htn
24.Skema ini ada dlm Pasal 19 UU No 41 Thn 1999 dan PP Nmr 10 thn 2004
25.prubhn peruntukan melalui tukar menukar kwsan hutan hnya dpt dilakukan pd htn produksi tetap/trbatas
26.dan jg dgn bbrapa alasan krusial, misal mnghilangkan enclave & pmbangunan di luar sektor kehutan yg brsifat prmanen
27.tukar menukar kwsn htn hnya dpt dilakukan dgn trjaminnya luas kwsn htn min 30% dr luas daerah trsebut
28.kelemahan skema ini adlh sangat sulit mencari lhn yg luas utk menukar kwsn htn trsebut
 29.skema lainnya adalah pelepasan kwsn htn, skema ini plng sering dilakukan.
30.pelepasan kwsn htn dpt dilakukan utk kegiatan diluar sektor kehutanan
31.plepasan kwsn htn hnya dpt dilakukan pd htn produksi yg dpt dikonversi.
32.namun pelepasan kwsn htn tdk dpt dilakukan pd provinsi yg punya kwsn htn <30% kecuali dgn tukar menukar kwsn htn
33.htn yg dpt dikonversi biasa pula disebut areal penggunaan lain atau kwsn budidaya nonkehutanan
34.umumnya investor akan memilih skema ini krn lhn bisa mnjadi HGU yg dpt digunakan sbagai jaminan bank
35.selain itu penanaman komoditas perkebunan/pertanian dpt dilakukan tnpa batasan jmlh & komposisi
36. sekian dulu kultwiitnya, smoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar